Kamis, 29 Januari 2015

SIFAT KELISTRIKAN ANTARMUKA

SIFAT LISTRIK ANTARMUKA
Tidak semua zat aktif farmasetika dapat membentuk muatan dengan strukturnya sendiri di dalam air, karena zat-zat aktif tidak memiliki interaksi yang sama dengan zat pelarutnya. Kemudian juga zat yang dimasukkan dalam medium cair ada yang sangat mudah larut hingga yang praktis tidak larut dan tidak berinteraksi dengan media cairnya. Partikel-partikel yang terdispersi dalam media cair bisa menjadi bermuatan terutama dengan salah satu dari dua cara. Artinya bahwa partikel-partikel yang terdispersi ada yang memiliki muatan pada permukaannya dan ada juga yang tidak memiliki muatan pada permukaannya sebelum di dispersikan dalam medium cair. Partikel-partikel terdispersi bisa menjadi bermuatan dengan cara; yang pertama melibatkan adsorbsi selektif dari spesies ionik tertentu yang ada dalam larutan. Dalam hal ini, dalam hal ini suatu ion yang ditambahkan dapat berupa ion hidroksil atau ion hidronium. Kebanyakan partikel terdispersi dalam air menjadi bermuatan negatif karena adsorbsi yang lebih kuat mengikat ion hidroksil. Yang kedua yaitu mutan partikel yang timbul dari ionisasi gugus-gugus (Seperti COOH) yang terletak pada permukaan partikel. Kemudian muatan partikel juga dianggap timbul apabila ada perbedaan konstanta dielektrik antar partikel dan medium pendispersinya. Zat padat yang dimasukkan kedalam cairan akan membentuk muatan melalui adsorbsi selektif berdasarkan pada permukaan berdasarkan afinitasnya terhadap ion positif dan ion negatif. Selanjutnya pada beberapa zat organik yang memiliki gugus fungsi tertentu, akan terjadi ionisasi gugus fungsinya. Apabila suatu partikel padat dimasukkan kedalam suatu larutan polar yang mengandung ion-ion, misalnya, suatu larutan air dari suatu elektrolit. Afinitasnya akan menentukan potensial penentu permukaan, misalkan bahwa sejumlah kation diadsorbsi pada permukaan tersebut, memberikan suatu muatan positif. Yang tertinggal dalam larutan adalah sisa kation ditambah jumlah keseluruhan anion yang ditambahkan. Anion-anion ini ditarik ke permukaan yang bermuatan positif oleh gaya listrik yang juga bekerja me¬nolak pendekatan kation-kation lebih lanjut, begitu adsorpsi per¬mulaan sempurna. Di samping gaya listrik ini, pergerakan yang -disebabkan oleh panas cenderung untuk menghasilkan suatu distri¬busi yang sama dari semua ion dalam lanttan. Akibatnya, suatu keadaan kesetimbangan terjadi di mana sejumlah anion yang ber¬lebih mendekati permukaan, sedang sisanya didistribusikan dalam jumlah yang mengecil begitu kita menjauh dari permukaan yang bermuatan tersebut. Pada suatu jarak tertentu dari permukaan ter¬sebut, konsentrasi anion dan kation sama, yaitu, keadaan di mana penetralan listrik dicapai. Adalah penting untuk diingat bahwa sistem tersebut secara keseluruhan bersifat listrik netral, walaupun ada bagian-bagian di mana distribusi dari anion dan kation tidak sama. Pada sampel padat yang terdispersi dalam cairan, akan terbentuk lapisan listrik ganda pada permukaan partikel terdiri dari lapisan yang terikat kuat atau stern layer dan lapisan netral pertama, kemudian potensial zeta yang menentukan kuatnya tolakan antar partikel yang berdekatan dalam suspensi. Apabila daerah netral pada masing-masing permukaan saling bertolakan kuat, maka akan terjadi pengendapan partikel satu persatu atau koagulasi, dan untuk menghindari koagulasi tersebut, maka nilai npotensial nerst akan diturunkan pada batasan tertentu agar partikel tidak saling bertolakan kuat dan daerah netral partikel saling berdekatan, bila nilai potensialnerst di turunkan terlalu rendah, maka partikel yang berdekatan akan saling menempel dan akan terbentuk endapan yang kaku “Cake”. Sehingga untuk menghindari terbentuknya cake, maka nilai potensial zeta harus berada pada rentang tertentu sehingga partikel berada pada daerah netral yang berdekatan karena tolakan yang rendah dan tidak saling menempel karena tidak ada penggunaan elektron yang sama, sehingga sampel akan mengendap bersamaan “flokulasi” dan karena ikatannya lemah maka partikel akan dapat saling berhamburan dengan mudah apabila diberi gaya sedikit saja. Untuk menghindari kerusakan sediaan karena panas maka pada suspensi digunakan zat pensuspensi berupa NaCMC karena CMC yang bersifat pensuspensi dan Na+ sebagai penyumbang ion.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar